ACEH BARAT – Personel jajaran Korem 012/Teuku Umar dari Kodim 0105/Aceh Barat bersama tim gabungan hingga Rabu (3/6/2026) masih terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat.
Kebakaran yang melanda kawasan lahan tersebut mendapat respons cepat dari tim gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur terkait lainnya. Seluruh unsur bergerak bersama untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi mengancam lingkungan dan lahan masyarakat.
Di tengah cuaca panas dan kepulan asap yang menyelimuti lokasi, personel gabungan terus melakukan pemadaman menggunakan berbagai peralatan yang tersedia. Selain melakukan penyemprotan air pada titik-titik api, petugas juga membuat sekat bakar guna membatasi penyebaran api yang dipengaruhi kondisi cuaca dan angin di wilayah tersebut.
Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., mengatakan bahwa pihaknya terus mengerahkan personel untuk membantu proses pemadaman secara maksimal serta berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Karhutla merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi. Oleh karena itu, kami bersama tim gabungan bergerak cepat dan bersinergi untuk memadamkan api agar tidak semakin meluas,” ujar Dandim.
Menurutnya, sinergitas dan koordinasi yang baik antarinstansi menjadi faktor penting dalam upaya penanganan Karhutla sehingga langkah-langkah yang diambil di lapangan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja sama yang luar biasa. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa dalam menghadapi bencana, seluruh elemen dapat bersatu demi melindungi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayahnya. Langkah pencegahan dinilai menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya Karhutla yang lebih besar.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di lokasi kebakaran. Diharapkan situasi dapat segera terkendali sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan lingkungan tetap terjaga.(Pr012).






