banner 120x600
KODIM  

Pembangunan Jembatan Garuda di Haur Gading Masuk Tahap Struktur Dasa

HULU SUNGAI UTARA – Progres pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Tangkawang dengan Desa Tuhuran terus menunjukkan perkembangan positif. Kegiatan di lapangan difokuskan pada pengerjaan di titik 2 yang berada di wilayah Desa Tuhuran, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (30/04/2026).

Adapun sasaran pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pengerjaan jangkar sebagai penopang utama struktur jembatan, pengerjaan ofred (lantai kerja) guna memperkuat dasar konstruksi, serta pengerjaan kamar tapak abutment sebagai bagian penting dalam menopang beban jembatan.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh personel Kodim 1001/HSU-BLG bersama masyarakat setempat secara gotong royong. Semangat kebersamaan dan kekompakan antara TNI dan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan di lapangan.

Pengerjaan jangkar dilakukan dengan teliti untuk memastikan kekuatan dan kestabilan konstruksi, mengingat komponen ini berfungsi sebagai pengikat utama struktur jembatan gantung. Sementara itu, pengerjaan ofred menjadi tahap awal dalam mempersiapkan dasar yang kokoh sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi berikutnya.

Di sisi lain, kamar tapak abutment juga terus dikerjakan sebagai bagian dari struktur penyangga ujung jembatan. Proses ini memerlukan ketelitian dan kekuatan material agar mampu menahan beban jembatan secara maksimal.

Komandan Kodim 1001/HSU-BLG, Letkol Inf Endra Retno Erowanto, S.Sos., M.I.P., menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah.

“Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin antara anggota TNI dan warga merupakan kekuatan besar dalam menyelesaikan pembangunan ini tepat waktu. Kami optimis Jembatan Garuda dapat segera digunakan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana penghubung antar desa, sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. (pendim1001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *