banner 120x600
KODIM  

UKT Puncak Silat Militer Pererat Soliditas Prajurit Lintas Satuan

Hulu Sungai Utara – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme serta kesiapan fisik dan mental prajurit, personel Kodim 1001/HSU-BLG mengikuti Uji Kenaikan Sabuk Bela Diri Puncak Silat Militer yang digelar di Lapangan Yonif 621/Manuntung, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit TNI AD, khususnya dalam penguasaan bela diri militer sebagai bekal utama pelaksanaan tugas di lapangan. Selain diikuti personel Kodim 1001/HSU-BLG, kegiatan juga melibatkan prajurit dari sejumlah satuan lain, yakni Kodim 1002/HST, Kodim 1008/Tabalong, Kodim 1003/HSS, Kodim 1010/Tapin, Yonif TP 829/BA, serta Yonif 621/MTG.

Kehadiran prajurit lintas satuan tersebut menambah semangat, kekompakan, dan jiwa korsa selama pelaksanaan ujian. Suasana penuh antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, di mana setiap peserta menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan uji kenaikan sabuk berada di bawah pengawasan langsung Katim Penguji Robert Roles selaku Kaurorbeladiri Jasdam XXII/Tambun Bungai. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek kemampuan teknis, kekuatan fisik, ketahanan mental, penguasaan jurus dasar, hingga simulasi pertarungan yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.

Komandan Kodim 1001/HSU-BLG Letkol Inf Endra Retno Erowanto, S.Sos., M.I.P., melalui Pasi Ops Kodim 1001/HSU-BLG Kapten Inf Eko Pujo Waluyo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan bagian penting dari pembinaan satuan guna membentuk prajurit yang profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

“Uji kenaikan sabuk Puncak Silat Militer ini menjadi tolok ukur kemampuan fisik, mental, dan karakter prajurit. Melalui latihan yang berkelanjutan, kita ingin membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, serta memiliki jiwa juang tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Menurutnya, bela diri militer harus menjadi kemampuan dasar yang terus diasah oleh setiap prajurit, karena selain menunjang tugas pokok, juga membentuk pola hidup sehat, disiplin, dan percaya diri.

“Puncak Silat Militer bukan hanya soal teknik bertarung, tetapi juga pembinaan mental dan pengendalian diri. Konsistensi latihan akan melahirkan prajurit yang profesional, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika tugas di lapangan,” tambah Kapten Eko.

Sebagai bela diri khas TNI AD, Puncak Silat Militer menitikberatkan pada keseimbangan antara kekuatan fisik, kecepatan teknik, serta ketahanan mental. Oleh sebab itu, uji kenaikan sabuk menjadi indikator penting untuk mengukur tingkat penguasaan kemampuan setiap prajurit secara objektif.

Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat soliditas dan kebersamaan antar prajurit lintas satuan. Setiap peserta saling memberikan dukungan dan motivasi, sehingga tercipta suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran masyarakat serta tokoh setempat yang turut menyaksikan kegiatan menambah semarak suasana, sekaligus menunjukkan kedekatan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga pertahanan wilayah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh prajurit semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri, sehingga mampu menjalankan setiap tugas negara dengan profesional, tangguh, dan penuh dedikasi.(pendim1001).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *