Merauke, Papua Selatan, 5 Februari 2026 – Di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur perbatasan, Satgas Korpasgat memastikan keamanan dan kelancaran operasional Bandara Mopah, pintu gerbang Indonesia di perbatasan dengan Papua Nugini. Peran ini tidak hanya berkaitan dengan penerbangan rutin, tetapi juga pengamanan kegiatan strategis, termasuk kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengelolaan Perbatasan Komisi II DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, disambut dengan tarian adat Papua dan prosesi pemasangan mahkota adat. Penyambutan dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, Sekretaris Daerah, serta unsur pimpinan TNI dan Polri. Kunjungan ini diikuti anggota dari delapan fraksi DPR RI.
Komandan Pos Satgas Korpasgat Merauke, Letda Pas Setiawan, menjelaskan bahwa pengamanan bandara mencakup pengawasan perimeter, koordinasi dengan pihak pengelola bandara, serta antisipasi terhadap potensi gangguan operasional. “Personel kami bertugas memastikan seluruh aktivitas, termasuk kunjungan kerja resmi, berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, Dede Yusuf menekankan pentingnya kawasan perbatasan sebagai etalase kemajuan bangsa. “Ke depan, perbatasan bukan hanya garis terluar, tetapi harus menjadi etalase Indonesia yang sejahtera dan berkepribadian,” tegasnya. Masukan dari kunjungan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan pengelolaan perbatasan.
Sinergi antara pemerintah daerah, Satgas Korpasgat, pihak pengelola Bandara Mopah, serta aparat dan instansi terkait berperan penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah paling timur Indonesia. Bandara Mopah tidak hanya menjadi akses transportasi, tetapi juga simbol keterhubungan, pengawasan, dan pembangunan di perbatasan RI–PNG.






