banner 120x600

Satgas Korpasgat Pastikan Kedatangan PGI di Merauke Lancar dan Tertib

Merauke, Papua Selatan, 29 Januari 2026 – Pimpinan dan rombongan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) tiba di Bandara Mopah Merauke, Papua Selatan, Rabu (28/1/2026), untuk menghadiri Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI Tahun 2026, forum pengambilan keputusan penting bagi gereja-gereja anggota PGI. Dengan pengamanan profesional yang diterapkan di bandara, kedatangan rombongan berlangsung tertib dan lancar.

Ketua Umum PGI, Pdt. Jackelvyn Frits Manuputty, beserta rombongan disambut hangat oleh Ketua Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Kabupaten Merauke, Pdt. Victor N. Jelira, S.Th., serta panitia pelaksana sidang. Kehadiran tokoh gereja dari seluruh Indonesia menjadi momen penting bagi warga setempat.

Letda Pas Setiawan, Danpos Satgas Korpasgat Merauke, menegaskan, “Satgas Korpasgat melaksanakan pengamanan secara profesional dan koordinatif. Koordinasi yang baik dengan pihak bandara dan panitia menjadi kunci kelancaran aktivitas bagi semua tamu dan pengguna jasa bandara.”

Pdt. Jackelvyn mengatakan sidang akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk kebangsaan, ekologi dan lingkungan hidup, serta pendidikan. Sidang juga mencermati pandangan gereja-gereja di Papua terhadap proyek strategis nasional, dengan tujuan memahami konteks lokal secara langsung.

Pemilihan Merauke sebagai lokasi sidang bertujuan agar gereja-gereja anggota PGI dari seluruh Indonesia dapat mengalami perjumpaan langsung dengan kondisi sosial dan budaya di Papua.

Hasil sidang nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah maupun gereja-gereja anggota PGI. “Rekomendasi-rekomendasi itu akan kami usulkan, baik ke pemerintah maupun ke gereja-gereja,” tambah Pdt. Jackelvyn.

Sidang MPL PGI juga membahas program kerja ke depan, isu strategis nasional, serta dinamika sosial kemasyarakatan. Sejumlah narasumber dari Kementerian Agama, akademisi, dan kepala daerah, termasuk Wakil Bupati Merauke, dijadwalkan hadir. Panitia menegaskan komitmen penyelenggaraan yang ramah lingkungan dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kerja sama antar gereja di Indonesia sekaligus memberikan pemahaman langsung tentang konteks sosial dan lingkungan di Papua Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *