banner 120x600

Aksi Cepat Satgas Korpasgat Tanggapi Pendaratan Darurat Pesawat Smart Air di Pantai Nabire

Nabire, Papua Tengah, 28 Januari 2026 – Pesawat Smart Air jenis Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS melakukan pendaratan darurat di Pantai Kaladiri (Lok Pon), Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026). Pesawat yang membawa 11 penumpang dan dua awak, yakni pilot Capt. Tania K dan co-pilot Bagus, dilaporkan seluruhnya selamat.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire dengan tujuan Kaimana. Namun tidak lama setelah mengudara, pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin yang memengaruhi performa pesawat. Kondisi tersebut memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di perairan pantai sebelum pesawat mencapai bandara, demi keselamatan seluruh penumpang dan awak.

Sebelum melaksanakan pendaratan darurat, pilot telah berkoordinasi dengan menara pengawas lalu lintas udara (ATC) dan menyampaikan kondisi darurat yang dialami pesawat. Setelah menerima laporan tersebut, personel Satgas Korpasgat yang bertugas di Bandara Nabire langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Satgas Korpasgat segera melaksanakan pengamanan dan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak pesawat. Proses evakuasi dilakukan secara cepat, aman, dan terkoordinasi guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan di sekitar lokasi pendaratan darurat.

“Begitu menerima informasi dari ATC, personel kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi. Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat,” ujar Danpos Satgas Korpasgat Nabire Lettu Pas Yudha Satria.

Seluruh penumpang, pilot, dan co-pilot kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatan mereka.

Selain evakuasi korban, pesawat Smart Air yang sempat berada di perairan pantai juga telah berhasil dievakuasi dari air oleh tim terkait dan diamankan di area yang telah ditentukan. Satgas Korpasgat turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Situasi di lokasi berhasil kami kendalikan dan saat ini dalam kondisi aman. Pesawat juga sudah dievakuasi dari perairan sehingga tidak menimbulkan risiko lanjutan,” tambah Danpos Satgas Korpasgat Nabire.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan pada pesawat akan dilakukan investigasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui faktor penyebab kejadian dan langkah pencegahan ke depan.

Aksi cepat dan respons sigap ini menjadi bukti profesionalisme serta kesiapsiagaan Satgas Korpasgat dalam menangani kondisi darurat penerbangan, khususnya dalam merespons pendaratan darurat secara cepat, aman, dan terkoordinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *