banner 120x600

Satgas Korpasgat Temukan 19 Botol Miras di Kargo Bandara Sentani Tujuan Wamena

Jayapura, Papua, 13 Januari 2026 – Satgas Korpasgat bersama petugas keamanan penerbangan menemukan pengiriman minuman keras (miras) di area kargo Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Senin (12/1/2026). Sebanyak 19 botol miras diamankan dari barang kiriman yang rencananya diberangkatkan menuju Wamena, Papua Pegunungan.

Temuan tersebut diperoleh saat petugas melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin pemindai X-Ray di area kargo. Dari hasil pemindaian, petugas mendapati adanya objek yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pengiriman barang melalui jalur udara. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan secara manual untuk memastikan isi barang kiriman.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 19 botol minuman keras yang disembunyikan di dalam sebuah koper berwarna hitam dan sebuah kardus. Barang tersebut tidak tercantum sebagai muatan yang diperbolehkan untuk dikirim melalui layanan kargo udara ke wilayah tujuan.

Danpos Satgas Korpasgat Jayapura, Letda Pas Muhammad Rianfah, mengatakan pemeriksaan kargo merupakan bagian dari pengawasan rutin di bandara. “Setiap barang kiriman yang tidak sesuai dengan ketentuan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Bandara Sentani menjadi salah satu pintu utama distribusi logistik dan transportasi udara di Papua, khususnya bagi wilayah pegunungan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap pergerakan barang melalui jalur udara menjadi penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban.

Barang bukti berupa minuman keras telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, data pengirim dan penerima barang masih didalami oleh pihak terkait guna penanganan selanjutnya.

Pihak keamanan bandara mengimbau pengguna jasa kargo agar mematuhi ketentuan pengiriman barang serta tidak mengirimkan barang terlarang melalui jalur udara. Pengawasan terhadap kargo akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan penerbangan dan kelancaran distribusi logistik di wilayah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *