banner 120x600

Warga Oksibil Sambut Pastor Pertama Pegunungan Bintang, Satgas Korpasgat Amankan Bandara

Oksibil, Papua Pegunungan, 7 Januari 2026 – Sejarah baru tercipta di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan kedatangan RD. Charles Singpanki sebagai pastor pertama putra daerah. Penyambutan berlangsung meriah di Bandar Udara Oksibil, Distrik Oksibil, Selasa (6/1).

Setibanya di bandara, Pastor Charles Singpanki disambut tarian adat oleh umat Katolik dan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan. Personel Satgas Korpasgat ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengamankan operasional Bandara Oksibil dan memastikan kelancaran kegiatan.

Rombongan kemudian bergerak menuju Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Mabilabol. Ribuan umat dari berbagai paroki dan kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang memadati kawasan gereja. Mengenakan busana adat dari beragam suku, umat menyambut kedatangan Pastor Charles dengan tarian-tarian tradisional yang sarat makna, iringan nyanyian pujian, serta arak-arakan penuh warna dan sukacita sebagai ungkapan syukur dan kebanggaan bersama.

Ketua Panitia Syukuran Misa Perdana, Jefrin Dedepin Singpanki, ST, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Pastor Charles sebagai pastor pertama putra daerah Pegunungan Bintang. Jefrin menegaskan bahwa Misa Syukur atau Misa Perdana akan dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, sebagai puncak perayaan iman umat Katolik setempat.

Sementara itu, Pastor Yulius Daenang Wadja mengapresiasi dukungan pihak keamanan yang telah memastikan kelancaran kegiatan sejak kedatangan di bandara hingga seluruh rangkaian acara penyambutan.

Danpos Satgas Korpasgat Oksibil, Kapten Pas Achmad Rifai, S.Tr.(Han), menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung keamanan penerbangan.

“Personel kami ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengamankan operasional Bandara Oksibil dan memastikan kelancaran seluruh kegiatan penyambutan Pastor Charles Singpanki,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pastor Charles Singpanki mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pegunungan Bintang. Pastor Charles menekankan bahwa keberhasilannya menjadi pastor pertama putra daerah merupakan buah dari perjuangan para misionaris perintis serta pertumbuhan iman Gereja Katolik di wilayah tersebut. Dia juga memohon doa dan dukungan agar pelayanannya di Keuskupan Manokwari–Sorong dapat berjalan lancar dan penuh sukacita.

Kegiatan penyambutan berlangsung tertib dan aman hingga selesai. Peristiwa ini menjadi momentum bersejarah bagi Pegunungan Bintang sekaligus inspirasi bagi generasi muda Papua Pegunungan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat, Gereja, dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *