Tabunganen, Barito Kuala – Upaya nyata dalam mendukung program pemerintah menekan angka stunting kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Pada Senin, 22 Desember 2025, Babinsa Koramil 1005-11/Tabunganen Pelda M. Fadli melaksanakan kegiatan pemberian bantuan tambahan nutrisi berupa telur dan susu kepada anak asuh Koramil yang didiagnosa mengalami gizi buruk atau stunting. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tabunganen Kecil, Kecamatan Tabunganen, dengan penuh kepedulian dan semangat kebersamaan.
Anak asuh yang menerima bantuan adalah Maisya Almera, putri dari pasangan Hidayatullah dan Emil, yang saat ini berusia 2 tahun 11 bulan. Berdasarkan data perkembangan, Maisya sebelumnya memiliki berat badan 9,6 kilogram dengan tinggi badan 77,2 sentimeter. Setelah mendapatkan perhatian dan pendampingan intensif, kini berat badannya meningkat menjadi 10,9 kilogram dan tinggi badan mencapai 82,7 sentimeter. Perubahan ini menjadi bukti bahwa intervensi gizi yang tepat dapat memberikan hasil positif bagi tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan tersebut, Pelda M. Fadli menyampaikan bahwa pemberian bantuan nutrisi bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral Babinsa terhadap masyarakat binaannya. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah binaan Koramil 1005-11/Tabunganen mendapatkan perhatian khusus, terutama mereka yang mengalami masalah gizi. Dengan memberikan tambahan nutrisi berupa telur dan susu, harapan kami kondisi kesehatan anak dapat terus membaik,” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program nasional penanggulangan stunting. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga yang membutuhkan, agar anak-anak mereka dapat tumbuh sehat dan cerdas,” Tambahnya.
Kegiatan pemberian bantuan nutrisi ini juga mendapat apresiasi dari warga sekitar. Kehadiran Babinsa yang langsung turun tangan memberikan perhatian kepada anak penderita stunting dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan bergizi seimbang. Pelda M. Fadli menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Kami berharap orang tua dapat terus menjaga pola makan anak dengan baik, sementara kami dari Koramil akan terus memberikan dukungan yang diperlukan,” Katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Maisya Almera dan anak-anak lain yang mengalami kondisi serupa dapat terus menunjukkan perkembangan positif. Koramil 1005-11/Tabunganen berkomitmen untuk menjadikan anak-anak asuh sebagai prioritas dalam program pembinaan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang sehat, kuat, dan berdaya saing.(1005).






