Jayapura, Papua, 10 Desember 2025 — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas penyaluran 827,5 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke enam provinsi di Papua pada Selasa, 9 Desember 2025, di Mapolda Papua, Kota Jayapura.
Setibanya di Bandara Internasional Sentani, Mentan disambut jajaran TNI-Polri dan pejabat pemerintah daerah. Satgas Korpasgat memastikan kedatangan dan keberangkatan Mentan berjalan lancar dan tertib tanpa mengganggu operasional bandara maupun aktivitas penumpang dan pengguna jasa bandara lainnya.
Pelepasan pengiriman beras dilakukan bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin, dan Gubernur Papua Mathius Fakhiri. Sebanyak 25 truk beras SPHP diberangkatkan ke enam provinsi. Rinciannya: Papua 287 ton, Papua Pegunungan 160 ton, Papua Selatan 140 ton, Papua Tengah 62 ton, Papua Barat 128,5 ton, dan Papua Barat Daya 57 ton.
Beras tersebut akan didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Keerom, Mamberamo Raya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Mentan Amran menekankan bahwa penyaluran beras SPHP bertujuan agar seluruh warga Papua dapat membeli beras dengan harga yang sama, yakni Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 untuk kemasan lima kilogram. Pencapaian ini terjadi untuk pertama kalinya di wilayah tersebut.
Mentan Amran juga menegaskan bahwa beras kini bukan lagi penyebab inflasi, bahkan berkontribusi pada deflasi, berkat kerja sama erat antara TNI dan Polri dalam memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, meski terjadi musim paceklik padi antara September hingga November.
Total target penyaluran SPHP di Tanah Papua mencakup enam provinsi dengan jumlah 4.634 ton beras untuk 42 kabupaten dan kota. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan daya beli warga tetap terjaga di seluruh wilayah Papua.












